Melindungi Data Dengan Enkripsi dan Secure Deletion – Part 2

Ditulis oleh Beri komentar Lihat komentar

Post ini sambungan dari post sebelumnya tentang enkripsi dan secure deletion. Disini kita akan mempelajari langkah-langkah untuk melakukan secure deletion dan enkripsi data.

Safe Deletion

Ada banyak software yang dapat membantu kita memusnahkan data-data konfidensial yang ada di harddisk atau USB storage, namun yang menjadi favorit saya adalah WipeDisk. WipeDisk bersifat freeware dan portable, namun kemampuannya melakukan pemusnahan data tidak kalah dengan software lain yang berbayar. WipeDisk dapat menghapus data didalam physical atau logical disk (harddisk keseluruhan, atau satu partisi saja) dengan cepat dan aman. WipeDisk mendukung 14 metode pemusnahan data (US Navy standard, US Departement of Defence standard, US Airforce standard, NATO standard, dan bahkan Peter Gutmann standard), sehingga data yang dihapus benar-benar musnah dan tidak dapat direcover.

Penggunaan WipeDisk

1. Download dari sini dan ekstrak file tersebut, kemudian klik 2 kali file WipeDisk.exe didalam folder hasil ekstraksi.

2. Klik “Select drive” kemudian pilih partisi mana yang akan di hapus.

3. Pilih metode penghapusan di bagian “Method”. Untuk lebih aman gunakan DOD/USAF (Standar Dephan AS).

4. Klik “Wipe”, kemudian masukkan kode verifikasi, dan klik “Yes”

5. Tunggu hingga proses Wipe selesai. Setelah selesai, keluarkan flashdisk anda kemudian colok kembali ke port USB.

6. Terakhir, format seperti biasa.

Enkripsi Data

Software paling terkenal dan menurut saya paling mudah digunakan untuk mengenkripsi data adalah TrueCrypt (freeware). TrueCrypt mampu mengenkripsi keseluruhan harddisk dan partisi, serta mampu membuat file kontainer tunggal (TrueCrypt container) yang di enkripsi.

Berikut adalah tutorial penggunaan TrueCrypt untuk membuat TrueCrypt container untuk menyimpan “data penting” di dalam USB drive (USB Kingston 4 GB dan berjalan pada Windows 7):

A. Membuat TrueCrypt container

1. Download TrueCrypt disini kemudian klik 2 kali file hasil download tersebut

2. Centang pada kotak “I accept and agree to be bound by the license terms”, kemudian klik “Accept”

3. Selanjutnya pilih opsi “Extract” (karena TrueCrypt akan digunakan secara portable dari USB) dan “Next”

4. Klik “Browse” dan pilih lokasi ekstraksi TrueCrypt (saya memilih folder D:\TrueCrypt\ dalam HARDDISK), kemudian klik “Extract” dan “Finish”

5. Jalankan file “TrueCrypt.exe” yang ada didalam folder tadi. Kemudian klik “Create Volume”

6. Pilih opsi “Create an encrypted file container”, kemudian “Next”

7. Volume type pilih “Standard TrueCrypt volume”, klik “Next”

8. “Select File…” kemudian tentukan lokasi dan nama file TrueCypt container  (saya memilih drive E:\ – flashdisk Kingston 4 GB – dengan nama file “safestorage”) kemudian klik “Next”

9. Selanjutnya anda bisa memilih algoritma enkripsi dan hash yang akan digunakan (saya memilih default AES dengan hash RIPEMD-140) kemudian “Next”

10. Tentukan ukuran encrypted volume sesuai kebutuhan anda. Kemudian pilih “Next”

11. Tentukan password yang akan anda gunakan nanti (TrueCrypt merekomendasikan password dengan 20 karakter atau lebih jika password anda kurang dari 20 karakter atau “lemah” maka TrueCrypt akan memunculkan warning), kemudian klik “Next”

12. Langkah selanjutnya kita akan melakukan formatting flashdisk, klik “Format” dan tunggu sampai selesai dan volume yang terenkripsi berhasil dibuat.

13. Terakhir klik “exit”


B. Mengakses data dalam TrueCrypt container.

1. Copy folder D:\TrueCrypt\ (hasil ekstrak TrueCrypt) kedalam flashdisk. Sehingga terdapat file “safestorage” dan folder TrueCrypt, seperti screenshot dibawah.

2. Jalankan “TrueCrypt.exe” yang ada didalam flashdisk, tandai huruf drive yang akan digunakan untuk “mounting” TrueCypt container, klik “Select File” dan pilih file “safestorage” (E:\safestorage), kemudian klik “Mount”

3. Masukkan password yang telah ditentukan sebelumnya lalu klik “OK”

4. Minimize TrueCrypt, dan browse ke My Computer maka akan terdapat partisi baru sesuai dengan huruf drive yang dipilih dan ukuran pada saat membuat TrueCrypt container. TrueCrypt volume bisa diakses seperti mengakses partisi biasa, anda bisa melakukan save, copy, paste atau cut didalamnya. Selanjutnya, anda bisa menyimpan data-data penting kedalamnya.

5. Jika TrueCrypt volume sudah tidak digunakan lagi, buka interface TrueCrypt, klik TrueCrypt drive letter, kemudian klik “Dismount”. Maka partisi TrueCrypt di My Computer akan hilang, dan USB dapat secara aman di eject.

TrueCrypt container juga dapat di copy ke flashdisk atau harddisk lain dan tetap 100% aman karena hanya anda yang mengetahui password untuk membuka dan memounting nya.

Space / ruang yang tersedia didalam flashdisk juga tetap dapat digunakan untuk menyimpan data.

Tips.
Retensi data didalam harddisk lebih baik ketimbang di dalam flashdisk / USB drive, oleh karena itu jangan lupa membackup TrueCrypt container anda kedalam harddisk secara berkala.


Related Posts

Filed under

Software, Tips dan Trik

| Tags:

  1. kalau hapus file yang telah dijadikan hiden volume bagaimana caranya yah ?

Leave a Comment